Lewat Music Goes To Campus, Komunitas Muda Diajak Berkreatifitas di Gedung Musik IAIN

News & Articles
Lewat Music Goes To Campus, Komunitas Muda Diajak Berkreatifitas di Gedung Musik IAIN
DutchEnglishFrenchGermanIndonesianItalianJapaneseKoreanJavanese

AMBON - Kepala Pusat Kajian Musik Muslim Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Lela Sopamena mengajak komunitas muda di Kota Ambon untuk berkunjung dan berkretifitas di Gedung Musik IAIN Ambon. 
 
Pernyataan tersebut disampaikan Lela, saat membuka acara Music Goes to Campus di panggung outdoor yang ada di pelataran Gedung Music IAIN Ambon, Jumat sore (15/3/2019).
 
Dia katakan, ide awal mengadakan Music Goes To Campus, setelah beberapa mahasiswa di kampus tersebut rutin berlatih musik dan ingin melakukan show kecil-kecilan. 
 
"Banyak mahasiswa yang melakukan latihan setiap minggu, tapi mereka tidak pernah melakukan show. Sehingga mereka berani untuk bikin show kecil-kecilan dan berkolaborasi dengan teman-teman komunitas dari luar IAIN. Itulah yang membuat kami menggelar kegiatan ini, paparnya Lela.
 
Melalui kegiatan Goes to Campus ini juga, menurut Lela, pihaknya ingin menepis isu-isu yang sempat beredar terkait keberadaan Gedung Musik IAIN. 
 
"Saya sempat mendengar ada isu yang mengatakan bahwa Gedung Musik ini, hanya dapat digunakan oleh pihak IAIN sendiri. Padahal dari awal kami mendapat bantuan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dengan dukungan Ambon Musik Office (AMO). Tujuannya, agar Gedung Musik ini dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Maluku maupun Kota Ambon untuk bermusik," papar Lela.
 
Jadi bagi warga yang ingin menggelar acara atau latihan rutin, kata Lela, tinggal menyesuaikan dengan jadwal yang disusun pengelola, yakni setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT secara gratis tanpa di pungut biaya apapun. 
 
Lela juga menyebutkan, dengan adanya Music Goes To Campus para mahasiswa IAIN dari Kajian Musik Islami dapat termotivasi untuk berlatih menjadi lebih baik lagi.
 
"Kami ingin mambangun rasa percaya diri dan motivasi mahasiswa, agar kualitasnya menjadi lebih baik lagi ke depannya. Terutama dengan kehadiran dan perform teman-teman komunitas yang telah memiliki pengalaman," harapnya. 
 
Karena itu,  Lela meminta agar komunitas dari luar kampus, khususnya para musisi dan pekerja kreatif muda, tidak segan-segan datang ke IAIN.
 
"Kami mengundang teman-teman dari komunitas di luar kampus, agar tidak segan-segan berkunjung maupun melakukan kegiatan di sini. Karena kampus IAIN terbuka untuk seluruh masyarakat Maluku," pungkasnya.
 
 Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota grup musik Ancola, Marthen Reasoa mengaku mengapresiasi antusias penonton pada Music Goes to Campus I di IAIN bon ini. Baik itu mahasiswa maupun dari kalangan masyarakat umum.
 
"Ini merupakan acara pertama di IAIN, walaupun penonton masih belum terlalu ramai tapi kami bisa merasakan antusias dan semangat dari penonton. Mungkin ke depannya pihak kampus dapat melakukan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa maupun masyarakat umun baik melakui papan informasi kampus atau media sosial, agar semakin ramai pengunjung," ujarnya.
 
Marthen berharap kegiatan tersebut dapat rutin dilaksanakan, agar menjadi dorongan bagi mahasiswa kajian musik di IAIN.
 
"Dengan adanya kegiatan ini teman-teman dapat melihat dan turut tampil, agar kualitas mereka semakin baik. Selain itu kami berharap agar ke depannya dapat digelar workshop-workshop mengenai musik bagi mahasiswa maupun umum. Agar semakin banyak orang yang hadir dan menggelar acara seperti ini," pungkasnya.(Tiara)