Kurikulum Muatan Lokal Musik di Ambon Segera Diluncurkan

News & Articles
Kurikulum Muatan Lokal Musik di Ambon Segera Diluncurkan
DutchEnglishFrenchGermanIndonesianItalianJapaneseKoreanJavanese

 

AMBON - Setelah dua tahun berproses menyusun kurikulum muatan lokal berbasis musik, maka mulai tahun ajaran 2021, akan diimplementasikan pada tingkatan pendidikan SD dan SMP di Kota Ambon.

“Penyusunan kurikulum muatan lokal berbasis musik ini, disusun dengan melibatkan berbagai pihak selain Ambon Music Office (AMO), ada juga dari Pemerintah Kota Ambon, Instutut Agama ISlam Negeri (IAIN) Ambon, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, dan Universitas Pattimura Ambon,” ujar Direktur AMO Ronny Loppies, di Ambon, Rabu (14/10/2020).

Menurut dia, kurikulum yang akan menjadi pendidikan dasar wajib di tingkat SD dan SMP di Kota Ambon ini, akan dimulai tahun ajaran 2021, guna mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi banda dunia UNESCO.

“Kurikulum ini sesuai rencana akan diluncurkan oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, bertepatan dengan 1 tahun kota Ambon ditetapkan sebagai Kota Kreatif berbasis Musik, atau dikenal dengan sebutan Ambon UNESCO City of Music,” ungkap Ronny.

Dia menyebut kurikulum ini, sebagai salah satu terobosan untuk mempertahankan ekosistem musik pada sebuah kota musik dunia, dengan kaitan 5 pilar penting yang dibangun AMO.

Ditanya tentang muatan kurikulumnya, Ronny menuturkan, akan diajarkan musik etnik. Alat musik yang ditetapkan dalam kurikulum muatan lokal, untuk kelas 1 sampai kelas 3, yakni tifa dan sukling bambu. Selas 4 sampai 6, alat musik ukulele dan totobuang. Sedangkan kelas 7 sampai 9, alatb musik totobuang dan hawaiian.

Intinya, kata dia, alat musik yang dipelajari, disesuaikan dengan potensi kebutuhan daerah, potensi sumber daya manusia dan lokasi geografisnya.

“Tim pengajarnya, akan melibatkan tenaga selain guru, yang mempunyai kompetensi musik serta profesional yang telah memiliki jam terbang dalam memainkan musik etnik,” terangnya. 

 Saat ini, tambah Ronny, sementara dalam tahapan penyediaan alat dan bahan kurikulum, karena rata-rata sekolah di Ambon belum punya alat musik yang lengkap, terutama yang berhubungan dengan kurikulum musik ini.(Tiara)