Kemendikbud Harap Ambon Kota Musik Dunia Tak Hanya Branding

News & Articles
Kemendikbud Harap Ambon Kota Musik Dunia Tak Hanya Branding
DutchEnglishFrenchGermanIndonesianItalianJapaneseKoreanJavanese

Ambon - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI berupaya agar Ambon yang sementara didaftarkan sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO tidak hanya sebatas branding semata.

"Seluruh isinya harus benar-benar menunjukkan Ambon sebagai sebuah kota musik. Oleh sebab itu kami dari Kemendikbud melalui program Indonesiana bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon serta Ambon Music Office (AMO), untuk ikut mewujudkan keinginan tersebut," ujar Kepala Subdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi, Direktur Kesenian Kemendikbud, Kuat Prihatin, di Kantor AMO, kawasan Passo, Kamis (15/8/2019).

Menurut Kuat, Ambon dengan ekosistem musiknya, yang saat ini sedang didaftarkan ke UNESCO agar lolos dan ditetapkan sebagai kota kreatif berbasis musik, atau menjdi Kota Musik Dunia, sangat memerlukam dukungan dari berbagai pihak.

"Bentuk dukungan dari Kemendikbud melalui Program Indonesiana adalah menggelar workshop untuk komunitas dan musisi di Kota Ambon," ungkapnya.

Dia katakan workshop yang berlangsung sejak 13 hingga 16 Agustus tersebut bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan International Amboina Bamboo Music Festival pada bukan Oktober mendatang.

"Narasumber yang kami hadirkan pada workshop ini memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi terkait manajemen festival. Pengetahuan itulah yang akan dibagikan kepada para peserta," tuturnya.

Dia sebutkan bahwa seluruh peserta akan diajarkan ilmu untuk mengelola manajemen festival-festival yang akan dilaksanakan di Ambon.

"Ekosistemnya harus berjalan, lalu bagaimana menyambungkan potensi-potensi yang ada. Kemudian ada materi mengenai sound lighting dan tata artsitik, yang adalah roh dalam pertunjukan," ucapnya.

Menurut Kuat, pertunjukan tanpa sound yang baik tidak akan menjadi pertunjukan yang baik.

"Pada workshop sebelumnya di Ambon, banyak hal digali dan ditemukan bahwa masih terdapat kelemahan pada hal-hal teknis. Oleh sebab itu kami membantu dengan menghadirkan para narasumber yang dapat mengisi, dan memberikan nutrisi bagi teman-teman di Ambon. Sehingga ketika Ambon telah menjdi Kota Musik Dunia ekosistemnya sudah bersiap dan memiliki kualitas yang baik," tandasnya. (AMO/Tiara)