Director Unesco City Of Music Akui Ambon DNA-nya Musik

News & Articles
Director Unesco City Of Music Akui Ambon DNA-nya Musik
DutchEnglishFrenchGermanIndonesianItalianJapaneseKoreanJavanese

AMBON - Director of Mannheim Unesco City of Music (Germany), Rainer Kern, believes music is the DNA (deoxyribonucleic acid) of the Ambonese.
 
"Me and Tamara Kemanski (focal point person from Katowice Unesco City of Music (Poland)) are in Ambon, to see the readiness of this city to register with Unesco to become a World Music City. Here we find how complicated the music is in terms of technique, but still people in Ambon do it perfectly," Reiner said, in Ambon, Friday night (5/24).
 
Therefore, both Reiner and Tamara feel that it is true that music is in Ambonese DNA. "Because we experienced it ourselves. Wherever we are there is music. And when there is music, and one person starts singing or some people even up to dozens of people play music or sing they are very animated, "said Reiner.
 
He claimed that he and Tamara found, starting from the tone and the beat, then from a small child to an old man, everyone could do it very well.
 
So according to Rainer, it is indeed understandable that music is in the Ambonese DNA. And more important than that, he said, is how Ambonese see music itself.
 
"Maybe that is what makes Ambon the way it is today towards music. There are three things that make me interested in coming here, first I like meeting new people, second I like music, and third I like learning," said Rainer.
 
<hr>

AMBON - Director Unesco City Of Music Mannheim Jerman, Rainer Kern meyakini musik adalah DNA-nya (deoxyribonucleic acid) orang Ambon. “Saya dan Tamara Kemanski (focal point dari Katowice Unesco City of Music Polandia) di Ambon, guna melihat kesiapan kota ini untuk mendaftar ke Unesco menjadi Kota Musik Dunia. Di sini kami menemukan seberapa rumitnya musik itu dari segi tekniknya, tetapi tetap saja orang di Ambon melakukannya dengan sempurna,” ungkap Reiner, di Ambon, Jumat malam (24/5).


Karena itu, naik Reiner maupun Tamara merasa bahwa benar jika musik itu ada di DNAnya orang Ambon. “Karena kami mengalaminya sendiri. Di mana kami berada pasti ada musiknya. Dan ketika ada musik, dan satu orang mulai bernyanyi atau beberapa orang bahkan sampai puluhan orang bermain musik atau bernyanyi pun mereka menjiwai sekali," ujar Reiner.


Dia mengaku bahwa dirinya dan Tamara menemukan, mulai dari nada, dan ketukannya. Lalu dari anak kecil hingga orang tua, bisa memainkannya dengan baik sekali.


Jadi menurut Rainer, memang bisa dimengerti bahwa musik berada di dalam DNA-nya orang Ambon. Dan yang lebih penting dari itu, kata dia, adalah bagaimana orang Ambon melihat musik itu sendiri.
"Mungkin itu yang menjadikan Ambon seperti sekarang ini terhadap musik. Ada tiga hal yang membuat saya tertarik datang ke sini, pertama saya suka bertemu dengan orang-orang baru, yang kedua saya suka musik, dan ketiga saya suka belajar," tutur Rainer.